Saat Rakyat Kesusahan karena Pandemi, Pemerintah Majalengka Bangun Fisik. Kenapa?

Saat Rakyat Kesusahan karena Pandemi, Pemerintah Majalengka Bangun Fisik. Kenapa?

Agustus 27, 2021 0 By admin

MAJALENGKA- Di tengah masa pandemi Covid 19, Pmerintah Daerah (Pemda) Majalengka mengucurkan anggaran untuk pembenahan fisik. Untuk proyek ‘mempercantik’ kota itu, ada sekitar Rp10 Miliar APBD kabupaten yang dialokasikan, yang tersebar di beberapa titik.

 

Saat ini, setidaknya ada 10 titik pembenahan yang dilakukan pemerintah di masa pandemi ini. Titik-titik itu tersebar di ruang fublik dan kantor pemerintahan.

 

Untuk ruang fublik, pembenahan dilakukan di sekitar Bundaran Munjul. Pembenahan pertama dilakukan di bagian selatan Bunderan, berupa proyek pembangunan taman sejarah. Untuk proyek tersebut, dibutuhkan anggaran dengan pagu sebesar Rp3,5 milyar.

 

“Untuk pembenahan Taman Raharja sebesar Rp1 miliar. Taman sejarah dalam bentuk relief, bercerita tentang sejarah Majalengka. Yang Taman Raharja itu penataan sisi dalamnya, seperti joging track. Sifatnya melanjutkan pembangunan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabuaten Majalengka Mamat Surahmat, Jumat (27/8/2021).

 

Selain pembenahan ruang fublik, dalam waktu yang sama juga terdapat proyek ‘mempercantik’ kantor pemerintahan. Setidaknya ada sembilan titik kantor yang mendapat pembenahan dalam proyek itu. Sembilan titik itu yakni Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas PUTR, Badan kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), eks kantor Kesbangpol, Disdik, DPRD, Disparbud dan lingkungan Setda.

 

“Di kantor-kantor pemerintahan itu, nanti di bagian pagarnya ada konsep Teracota. Yang sudah akan mulai itu di Dinas Pertanian, Dinas Perjinan, di sini (PUTR), BKPSDM, Eks kantor Kesabangpol, Disdik, Dewan, dan Setda,” jelas dia

 

“Untuk Dinas-Dinas itu anggarannya Rp4 Miliar. Adapun untuk di Setda Pendopo Rp1 Miliar,” lanjut Mamat.

 

Disinggung alasan proyek itu berlangsung di tengah masa pandemi, Mamat menegaskan, recana tersebut sudah disusun tahun lalu. Namun, karena ada beberapa proses yang harus dilalui maka pembangunannya baru bisa dilaksanakan tahun ini.

 

“Perencanaan dari tahun kemarin. Jadi untuk yang sekarang kan rencananya tahun 2020. Pekerjaaan itu tidak dadakan sifatnya. Kan ada proses-proses yang harus dilalui, pengadaan, lelang, jadi baru bisa dilakukan sekarang. Itu juga kan bisa membantu masyarakat dari segi ekonomi, bagi mereka yang bekerja dalam proyek itu,” jelas dia.

 

Terpisah, Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Majalengka Nurul Afifah menilai, proyek pembenahan itu dinilai tidak tepat dilaksanakan saat masa pandemi ini. Dia beralasan, sebagai dampak pandemi, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan karena aktivitasnya dibatasi.

 

Bahkan, dengan kebijakan PPKM, ada sebagian kalangan yang benar-benar tidak bisa beraktifitas. “Saya kira kurang tepat lah digunakan untuk pembangunan lagi. Harusnya pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan stimulus untuk pemulihan ekonomi rakyat,” kata dia.

 

Di luar itu, jelas dia, pembangunan ruang fublik yang telah dilakukan pemerintah pun, tidak bisa dijadikan sebagai ‘identitas’ daerha. Dia mencontohkan keberadaan kedai di Taman Raharja yang dinilai tidak memiliki ‘kearifan lokal.’

 

“Terlebih dari awal Pemkab juga tidak pernah membuat identitas budaya yang jelas. Contoh di Taman Raharja, diisi oleh makanan yang setiap hari bisa ditemui di mana pun. Tidak unik dan tidak menarik bagi wisatawan yang datang,” jelas dia.

 

“Eh sekarang, di masa pandemi malah ada lagi itu. Mangga (silakan), tinggal disimpulkan sajalah. Rakyat sedang susah sebagai imbas pandemi, eh pemerintah terus membangun fasilitas yang tidak begitu penting,” lanjut dia menegaskan.