Tepis Isu Dikuasai Oleh Sekelompok Orang, Lalan: Itu Hoax

Tepis Isu Dikuasai Oleh Sekelompok Orang, Lalan: Itu Hoax

Mei 5, 2021 0 By Radyid Abdul Gafar

KOLABORATOR.net Sempat diterpa kabar tak baik tentang Universitas Majalengka (UNMA) bahwa jika Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM), dikuasai keluarga atau kelompok tertentu.

 

Semua kabar yang beredar ditengah masyarakat saat ini yang dialamatkan kepada YPPM itu, dinilai tidak mendasar dan jauh dari realitas yang ada.

 

Hal itu ditegaskan oleh Penegasan Dr. H. Lalan Soeherlan atas nama Ketua Badan Pengurus YPPM, bahwa kalau ditelisik secara historis pendirian kampus Universitas Majalengka dengan Pemerintah Daerah maupun masyarakat, tidak bisa dipisahkan. Sehingga, tudingan terkait kepemilikan yayasan yang didominasi keluarga tertentu adalah tidak benar.

 

“Kami tegaskan secara hakekat, bahwa kampus Universitas Majalengka itu milik masyarakat Majalengka, bukan milik pribadi atau perorangan,” ujar Lalan Soeherlan kepada awak media, Rabu (05/05).

 

Pendirian cikal bakal Unma itu berawal pada tahun 1984, yang diprakarsai oleh Bupati Majalengka saat itu, Ketua DPRD Majalengka dan tokoh masyarakat Majalengka.

 

Sedangkan tokoh pendiri yang muncul pada akta notaries yaitu H.R.E. Djaelani, SH (Alm), Kol (Purn) H. Wardja (Alm), Drs. H. Budi Abudin, MS, Prof. Dr. H. A. Yunus, Drs, SH, MBA, M.Si. (Alm), dan Drs. H. Samanhudi Soerahman (Alm).

 

“Dimana Para pendiri itu adalah penggagas, yang mendirikan Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM),” ungkapnya.

 

Lalan Soeherlan yang juga Kepala BKAD Itu menuturkan, bahwa saat ini dengan sepemeninggalnya almarhum Prof. Dr. H. A. Yunus, SH., MBA., M.Si., selaku Ketua Badan Pembina saat ini, pihak yayasan tengah berupaya melakukan konsolidasi di dalam internal. Termasuk di dalamnya akan melakukan komunikasi intensif dengan para pelaku sejarah pendirian Unma yang saat ini masih ada.

 

Lalan Berharap dari hasil konsolidasi dan komunikasi internal dapat menjadi bahan bagi Badan Pembina YPPPM untuk melakukan pembenahan di internal, guna kemajuan yayasan dan Universitas Majalengka.

 

“Kalau mengacu pada peraturan Perundang-undangan Yayasan, masalah ressuffle itu menjadi kewenangan sepenuhnya Badan Pembina YPPM,” tambahnya

 

Tantangan yang akan dihadapi Universitas Majalengka semakin besar dengan seiring terjadinya persaingan antar kompetitor dan tuntutan peningkatan kualitas dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka ini.

 

“Pengalaman telah banyak mengajarkan kepada kami, mundurnya suatu perguruan tinggi, salah satu faktornya, diakibatkan tidak kapable dan profesional dalam pengelolaan yayasan,” Pungkasnya.