Sasar Pemilih Perempuan Berbasis Kampus, KPU Kota Bandung: Kesetaraan Gender Masalah Utama Demokrasi Kita

Sasar Pemilih Perempuan Berbasis Kampus, KPU Kota Bandung: Kesetaraan Gender Masalah Utama Demokrasi Kita

Mei 5, 2021 0 By Radyid Abdul Gafar

KOLABORATOR.net Peranan Perempuan tidak bisa dipisahkan dari keterlibatannya membangun bangsa dan negara, salah satunya ialah tentang perkembangan demokrasi dalam negeri ini.

 

Hal itu yang melatar belakanginya Komisi Pemilihan Pemilu (KPU) Kota Bandung, sehingga mengadakan kegiatan webinar yang mengupas terkait perempuan dalam membangun demokrasi, diantaranya dengan peningkatan tentang pendidikan pemilih perempuan dikalangan akademisi.

 

Webinar Ramadhan Series kali ini yakni Pendidikan Pemilih Perempuan Berbasis Kampus dengan Tema “Perempuan Dalam Bingkai Demokrasi” Selasa (4/5) malam dengan menghadirkan sebagai narasumber ialah Hj. Nurul Arifin, M.Si anggota Komisi I DPR RI, Dr. Evie Ariadne Shinta D akademisi Universitas Padjajaran dan Dr. Akmaliyah, M.Ag selaku akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Webinar yang dihadiri oleh para mahasiswa dan juga para pegiat perempuan yang ada di Kota Bandung ini merupakan langkah konkret yang dilakukan oleh KPU Kota Bandung untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana partisipasi perempuan khususnya para mahasiswi dalam kepeduliannya terhadap partisipasinya saat momentum pemilihan umum.

 

“Yang akan kita lakukan ialah memberikan edukasi bahwa partisipasi perempuan masih sangat rendah dalam mensukseskan pemilihan umum atau pilkada,” ujar Komisioner KPU Kota Bandung Ahmad Nur Hidayat dalam Webinar Pendidikan Pemilih Berbasis Perempuan Kampus.

 

Dalam pengantar diskusi, Ahmad Nur Hidayat Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Bandung mengatakan bahwa perlunya upaya peningkatan kesetaraan gender untuk dapat mewujudkan pembangunan yang adil dan merata di setiap Kabupaten/Kota di Jawa Barat diperlukan tiga aspek.

 

“Pertama, persentase keterlibatan perempuan di parlemen. Kedua, persentase perempuan sebagai tenaga profesional. Ketiga, persentase sumbangan pendapatan perempuan,” ungkap Ahmad.

 

Dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut, diharapkan mampu memberikan respon positif terhadap para perempuan khususnya bagi mereka pemilih pemula agar bisa meningkatkan partisipasi perempuan dalam mensukseskan pesta demokrasi kedepannya.

 

“Targetan kita semoga saja angka partisipasi perempuan untuk ikut serta dalam mensukseskan pemilihan umum atau pilkada bisa tercapai,” tandasnya.